Akhir Musim yang Manis bagi Maurizio Sarri dan Chelsea

Pada awal musim, saya sebagai penggemar Chelsea sempat tidak tahu siapa Maurizio Sarri. Bahkan, saya sendiri sempat tidak yakin bahwa dia bisa membawa Chelsea kembali meraih trofi sepeninggal Antonio Conte. Hal ini semakin dikuatkan setelah Chelsea kalah 0-2 saat bertanding dengan Manchester City di ajang Community Shield bulan Agustus tahun lalu. 

Akhir Musim yang Manis bagi Maurizio Sarri dan Chelsea
Akhir Musim yang Manis bagi Maurizio Sarri dan Chelsea

Sempat tampil meyakinkan di beberapa pertandingan awal Premier League, Chelsea dibawah asuhan Sarri justru tampil angin-anginan di fase-fase kruisal liga. Performa Chelsea pun menjadi sorotan, terutama saat tampil away di kandang lawan. Masih segar di ingatan saya, saat Chelsea harus kalah dengan skor telak 0-4 saat melawan Bournemouth dan juga kalah 0-6 di Etihad saat jumpa Manchester City. Gaya permainan Sarri yang mengandalkan penguasaan bola, atau biasa yang dikenal dengan Sarri-ball, semakin hari semakin terlihat kelemahannya. Jorginho, anak emas Sarri yang diboyong dari Napoli, bahkan sempat dikritik habis-habisan oleh fans Chelsea karena dinilai tidak berkontribusi untuk tim. Alhasil, tagar #SarriOut dan #JorginhoOut pun muncul di media sosial sebagai bentuk kekecewaan para penggemar. 

Namun, di akhir musim, Sarri dan Chelsea mampu meraih hasil klimaks. Kemenangan 4-1 atas Arsenal di final Liga Europa beberapa hari yang lalu membuat Sarri berhasil meraih trofi pertamanya sejak melakoni karir sebagai pelatih profesional beberapa tahun yang lalu. Entah karena permainan Arsenal yang buruk atau faktor lain, taktik Sarri-ball justru berjalan dengan sempurna di final kemarin.

Sebuah akhir musim yang manis bagi Maurizio Sarri. Mengingat, tak semua pelatih bisa langsung meraih trofi saat pertama kali melatih The Blues. Tak percaya? Coba saja tengok Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, dan Andre Villas-Boas. 

Akhir kata, izinkan saya disini sebagai penggemar Chelsea mengucapkan terima kasih kepada Maurizio Sarri. Berkat dia, Chelsea dapat kembali meraih trofi dan dapat kembali berlaga di Liga Champions Eropa musim depan. Grazie, Sarri!

Komentar